A.Pentingnya 5 S
5S sangat penting diterapkan dalam perusahaan karena dapat membuat kinerja perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien. Dengan diterapkannya 5S tersebut dalam bekerja, perusahaan lebih dapat menghemat waktu dan tenaga karena adanya keteraturan bahan-bahan, peralatan, dan pekerjaan masing-masing bagian. Dengan keteraturan tersebut maka setiap pekerja menjadi lebih mudah melakukan tugasnya dan lebih menghemat waktu serta tenaga dan tidak perlu mencari bahan-bahan dan peralatan lainnya. Selain itu dengan adanya 5S dapat mendidik para karyawan untuk dapat bekerja keras, menciptakan tanggung jawab bagi setiap individu untuk dapat menciptakan suatu suasana lingkungan kerja yang kondusif. Kemudian, menciptakan produktivitas kerja perusahaan yang semakin meningkat, yang disebabkan oleh hambatan dalam bekerja yang semakin berkurang.
B.Tinjauan umum 5S
•Pemilahan (seiri)
Dimana membedakan antara yang diperlukan dan yang tidak diperlukan serta membuang yang tidak diperlukan.
Sasaran:
-Tentukan criteria dan taati hal itu dalam membuang yang tidak perlu
-Terapkan manajemen stratifikasi untuk menentukan prioritas
-Usakan untuk dapat menangani penyebab kotoran
Aktivitas:
-Menghilangkan yang tidak perlu
-Menangani penyebab kotoran
-Kaizen dan pemilahan berdasarkan azasnya
Prinsip:
Manajemen stratifikasi dan menangani penyebab
Penataan (seiton)
Menentukan tata letak yang tertata rapi sehingga anda selalu dapat menemukan barang yang diperlukan
Sasaran:
-Tempat kerja yang rapi
-Tata letak dan penempatan yang efisien (termasuk mutu dan keamanan)
-Meningkatkan produktivitas dengan menghilangkan pemborosan waktu untuk mencari barang
Aktivitas:
-Penyimpanan fungsional berdasarkan 5W dan 1H
-Praktik dan kompetisi dalam menyimpan dan mengambil barang
-Menatarapikan tempat kerja dan peralatan
-Menghilangkan pemborosan waktu untuk mencari barang
Prinsip:
Penyimpanan fungsional dan menghilangkan waktu untuk mencari barang
Pembersihan (seiso)
Menghilangkan sampah, kotoran dan barang asing untuk memperoleh tempat kerja yang lebih bersih. Pembersihan sebagai cara inspeksi.
Sasaran:
-Tingkat kebersihan yang sesuai dengan kebutuhan anda
-Menemukan masalah kecil melalui pengawasan kebersihan
-Memahami bahwa membersihkan adalah memeriksa
Aktivitas:
-Keadaan dimana 5S berguna
-Pembersihan yang lebih efisien
-Membersihkan dan memeriksa peralatan dan perkakas
Prinsip:
Pembersihan sebagai pemeriksaan dan tingkat kebersihan
Pemantapan (seiketsu)
Memelihara barang dengan teratur, rapid an bersih , juga dalam aspek personal dan kaitannya dengan polusi
Sasaran:
-Pemantapan manajemen untuk memelihara 5S
-Manajemen visual inovatif supaya ketidaknormalan tampak
Aktivitas:
-Manajemen visual inovatif
-Deteksi dan tindakan dini
-Alat (misalnya manual) untuk memelihara pemantapan
Prinsip:
Manajemen visual dan pemantapan 5S
Disiplin (shitsuke)
Melakukan sesuatu yang benar sebagai kebiasaan.
Sasaran:
-Partisipasi penuh dalam mengembangkan kebiasaan yang baik dan bengkel yang menaati peraturan
-Komunikasi dan umpan balik sebagai rutinitas sehari-hari
Aktivitas:
-Pemberian kode warna
-5S satu menit
-Komunikasi dan umpan balik
-Tanggungjawab individual
-Mempraktikkan kebiasaan baik
Prinsip:
Pembentukan kebiasaan dan tempat kerja yang mantap
C.AKTIVITAS 5S
Pemilahan (seiri)
Manajemen stratifikasi dan menangani penyebab.
Ciri khas aktivitasnya:
1.Buang barang yang tidak diperlukan
2.Tangani penyebab kotoran dan kebocoran
3.Pembersihan ruangan
4.Tangani barang yang cacat dan rusak
5.Periksa tutup dan daerah bertekanan rendah untuk mencegah kebocoran dan percikan
6.Bersihkan daerah sekitar pabrik
7.Atur gudang
8.Buang kotoran dan bunyi mesin yang keras
9.Buang wadah minyak
Penataan (seiton)
Penyimpanan fungsional dan membuang wajtu untuk mencari barang.
Ciri khas aktivitasnya:
1.Semua barang memiliki tempat khusus
2.Menyimpan dan mengambil barang dalam waktu 30 detik
3.Standar pengarsipan
4.Pembagian daerah dan tanda penempatan
5.Mengeliminasi tutup dan kunci
6.Pertama masuk, pertama keluar
7.Papan pengumuman yang rapi
8.Pengumuman yang mudah dibaca
9.Garis lurus dan garis tegak lurus
10.Penempatan fungsional untuk material, suku cadang, kartu, rak, perkakas, peralatan, dll.
Pembersihan (seiso)
Pembersihan sebagai pemeriksaan dan tingkat kebersihan
Ciri khas aktivitasnya:
1.Latihan geraj cepat keterampilan 5S
2.Tanggung jawab individual
3.Membuat pembersihan dan pemeriksaan lebih mudah
4.Pemberian petunjuk arah
5.Setiap orang adalah penjaga dan pembersih gedung (5S prioritas)
6.Lakukan pemeriksaan kebersihan dan koreksi masalah kecil
7.Bersihkan juga tempat yang tidak diperhatikan orang
Pemantapan (seiketsu)
Manajemen visual dan pemantapan 5S.
Ciri khas aktivitasnya:
1.Tanda benar
2.Daerah berbahaya di beri tanda pada meteran
3.Label suhu
4.Kampanye bersih berkilauan
5.Label untuk ukuran ban berjalan
6.Label arah membuka dan menutup
7.Label voltase
8.Pipa yang diberi kode warna
9.Label minyak
10.Warna peringatan
11.Papan petunjuk pemadam kebakaran
12.Pengaman
13.Label tanggung jawab
14.Pengaturan kabel
15.Tanda pemeriksaan
16.Label pemeriksaan presisi
17.Label limit
18.Pemberian kode warna
19.Keadaan tembus pandang
20.Mencegah keberisikan dan getaran
21.Penempatan tanda “saya dapat menemukannya dengan mata tertutup”
22.Jadwal 5S
23.Penempatan tanaman sehingga meyerupai taman
•Pembiasaan (shitsuke)
Pembentukan kebiasaan dan tempat kerja yang berdisiplin.
Ciri khas aktivitasnya:
1.Pembersihan bersama
2.Waktu latihan
3.Praktik memungut barang
4.Kenakan sepatu pengaman anda
5.Manajemen ruang umum
6.Praktikkan penanganan keadaan gawat darurat
7.Tanggung jawab individual
8.Menelepon dan berkomunikasi
9.Manual 5S
10.Setelah melihat baru percay
Tampilkan postingan dengan label Kuliah Manejemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah Manejemen. Tampilkan semua postingan
Kamis, 23 Juli 2009
7 METODE PENGENDALIAN MUTU
Selama bertahun-tahun, kualitas total praktisi bertahap menyadari bahwa sejumlah besar masalah kualitas yang terkait dapat diselesaikan dengan tujuh alat dasar kuantitatif, yang kemudian menjadi dikenal sebagai tradisional " seven tools of quality"
7 alat pengendalian mutu terbagi menjadi dua macam, yaitu 7 alat pengendalian yang lama dan yang baru.
7 alat pengendalian mutu yang lama (old seven tools of quality) atau lebih dikenal dengan Ishikawa’s basic seven tools of quality terdiri dari :
1. Flowcharts
2. Check Sheets
3. Histogram
4. Scatter Diagram atau Scatter Plot
5. Control Chart
6. Cause and Effect (Ishikawa) Diagrams
7. Pareto Charts
7 alat pengendalian mutu yang baru:
1. The Affinity Diagram
2. The Interrelationship Digraph
3. Tree Diagrams
4. Prioritization Grid
5. Matrix Diagram
6. Process Decision Program Chart
7. Activity Network Diagram
FUNGSI DARI 7 METODE PENGENDALIAN MUTU
• Dengan menggunakan gambar/ diagram statistik yang sederhana dan mudah dipahami bermanfaat untuk membantu membuat pengembalian keputusan yang objektif bagi aktifitas perbaikan mutu..
• Mentransformasikan data mentah dengan alat yang dapat memberikan informasi yang bermanfaat.
• Memberikan metode analisa yang sistematis.
• Mmeberikan kemampuan dalam hal menyelesaikan masalah
• Membantu kegiatan perbaikan di lapangan dan membuat keputusan.
ALAT PENGENDALIAN MUTU YANG LAMA
1. Flowcharts
Flowcharts digunakan untuk menganalisis suatu proses. Melalui flowcharts, kita dapat mengidentifikasi apa masalah-masalah yang ada, kemudian masalah-masalah tersebut diidentifikasi penyelesaiannya. Berikut contoh gbr flowchart.
2. Check Sheets
Check Sheets digunakan untuk mengumpulkan data, bentuknya dapat berupa apa saja. Check Sheet menjabarkan satu persatu item yang akan dicek secara rutin ataupun random, lalu hasil pengecekan tersebut dicatat dalam bentuk data angka (numerik) atau berupa tanda.
Kegunaan utama dari Check List:
• Untuk manajemen sehari-hari (menghindari kelupaan, mentaati aturan-aturan operasional)
Contoh: equipment check list, check list pekerjaan, 6S check list, check list untuk diagnosa dokter, berbagai macam check list, tabel statistik, check list penilaian, dan lain-lain.
• Pemeriksaan khusus (pemeriksaan untuk permsalahan yang spesifik)
Contoh: accident check list, special case analysis, questioner, dan lain-lain.
• Membuat catatan (mengumpulkan data/angka yang dibutuhkan untuk pencatatan/pendataan)
Contoh: laporan harian produksi, quality check list, laporan barang jadi masuk gudang, laporan catatan pengambilan material, dan lain-lain.
3. Histogram
Analisa distribusi/ penyebaran data/angka dengan cara memilah-milah penyebaran data menjadi beberapa segmen yang berbeda, kemudian frekuensi kejadian pada setiap segmen tersebut digambarkan diagram batangnya.
4. Scatter Diagram atau Scatter Plot
Scatter Diagram digunakan untuk menguji hubungan antar variabel. Scatter Diagram juga merupakan diagram tebar, diamana pada diagram ini memposisikan pasangan data-data dari setiap variabel pada sumbu X-Y, teliti hubungan korelasi yang tampak dari penyebaran titik-titik yang tertera pada grafik.
Tahap-tahap penggunaan Scatter Diagram:
Tahap 1: Kumpulkan Data
Kumpulkan sedikitnya 30 data variabel, sebaiknya ada 50 grup data, paling baik jika bisa mendapatkan 100 grup data.
Tahap 2: Pastikan sumbu koordinat
Dengan sumbu horizontal mewakili penyebab, sumbu vertical mewakili hasil. Pastikan nilai tertinggi dan nilai terendah variabel dengan interval nilai pada sumbu koordinat X dan Y.
Tahap 3: Gambar Scatter Diagram
Pasangan data yang sudah terkumpul digambarkan posisinya dalam sumbu koordinat dan catat semua hal yang terkait.
Tahap 4: Analisa Scatter Diagram
Menentukan hubungan korelasi dengan koefisien korelasi dari Scatter diagram tersebut.
5. Control Charts
Suatu cara yang digunakan untuk menggambarkan grafik data yang diperoleh dari nilai/angka yang diambil secara random, kemudian berdasarkan prinsip-prinsip statistik dilakukan analisa terhadap data-data tersebut untuk mengetahui kemampuan proses produksi dan untuk mengetahui apakah muncul keadaan abnormal pada proses produksi atau tidak.
Penyebab masalah: Penyebab umum pada kualitas dan penyebab khusus
Penyebab umum: sejumlah penyebab alami pada proses menyebabkan perubahan kualitas kecil pada produk (perubahan yang kecil, sulit untuk diukur, juga sulit dihilangkan).
Penyebab khusus: disebabkan bukan dari penyebab alami pada proses yang mengakibatkan peruabahn kualitas (perubahan kualitas besar, mudah dikenali, harus segera dihilangkan).
Control Chart
adalah suatu alat yang digunakan untuk membedakan penyebab khusus dengan penyebab umum secara ilmiah, untuk dapat menemukan terjadinya masalah abnormal pada proses.
6. Causse and Effect (Ishikawa) Diagram
Diagram ini digunakan untuk mencari akar permasalahan, juga berguna untuk menentukan faktor-faktor yang berakibat pada suatu karakteristik kualitas.Dengan faktor utama: manusia, metode kerja, lingkungan, mesin/alat, serta material/bahan.
Diagram ini mencari semua penyebab yang menimbulkan terjadinya suatu masalah, kemudian ditampilkan secara sistematis (grafis), untuk menunjukkan hubungan antara faktor penyebab dan masalah, hingga dapat ditampilkan dalam bentuk visual:
Tahap-tahap penggunaan cause and effect diagram:
Tahap 1: Pastikan masalah dan scope-nya
Bentuk tim untuk mengadakan analisa cause and effect, yang anggotanya merupakan wakil dari masing-masing deparement terkait, dan sebaiknya terdiri dari 3-6 orang.
Tahap 2: Pastikan faktor penyebab utama
Kombinasikan dengan flowchart dan prinsip diagram untuk menetukan segala kemungkinan faktor penyebab utama. Mencakup 4-8 jenis faktor penyebab, dan dapat dimulai dengan metode 5M1E: Man, Machine, Material, Method, Measure, dan Environment.
Tahap 3: Pastikan faktor penyebab sekunder
Kumpulkan semua pendapat, hindari jangan ada yang terlewatkan, membahas hingga ke detail akar permasalahan. Jabarkan semua faktor yang akan mempengaruhi masalah (Brainstorming), analisa mendalam 5W1H (Why, where, who, when, what, how), pastikan faktor penyebab utama (gunakan leveling method, histogram, pareto chart).
Tahap 4: Gambarkan cause and effect diagram
Gambarkan cause diagram berdasarkan faktor penyebab yang sudah bisa dipastikan. Berikut keterangan mengenai diagram tersebut:
Topik dan faktor penyebab utama di kotak, tanda panah untuk menunjukkan hubungan sebab akibat, faktor penyebab yang ringan dan sedang diposisikan sejajar, faktor penyebab yang terluar harus dilingkari, dan tambahkan catatan item-item yang penting.
7. Pareto Charts
Diagram ini digunakan untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang ada, yang umumnya menjadi prioritas, dipossikan di atas dan diselesaikan terlebih dahulu, karena bila tidak akan timbul masalah-masalah lain.
Menggunakan diagram batang dan grafik akumulasi utnuk menunjukkan faktor penyebab dominasi suatu permasalahan.
Tahap-tahap penggunaan pareto chart:
Tahap 1: kumpulkan data, hitung persentase dari setiap faktor penyebab
Kumpulkan data yang terkait, kemudian hitung persentase pengaruh dari setiap faktor penyebab tersebut.
Tahap 2: urutkan dan hitung persentase kumulatif
Urut dan hitung kumulasi persentase masing-masing faktor berdasarkan besarnya anka/nilai persentasenya.
Tahap 3: gambar diagram batang dan grafik akumulasinya
Gambar diagram batang untuk setiap faktor penyebab dan tambahan garis grafik akumulasi untuk persentasenya.
Tahap 4: tangkap key pointnya
Cari beberapa faktor yang terbesar yang aakumulasinya mencapai 80% dari total faktor penyebab.
7 ALAT PENGENDALI MUTU YANG BARU
1. The Affinity Diagram
Karyawan diberikan kesempatan untuk menuangkan idenya. Setiap karyawan (1 orang karyawan 1 buah kertas, sehingga jumlah karyawan pun dapat dihitung dengan mudah) diberi kertas kecil-kecil (brain storming), kemudian diminta untuk menuliskan ide-idenya. Kemudian kertas yang berisikan ide-ide tersebut dikelompokkan menurut jenisnya. Biasanya hal ini diterapkan di Jepang.
2. The Interrelationship Diagraph
Menunjukkan hubungan antar masalah.
3. Tree Diagrams
Digunakan untuk mengidentifikasi bila kita ingin membuat produk baru atau mengidentifikasi suatu masalah.
4. Prioritization Grid
Digunakan untuk membuat keputusan berdasarkan multiple criteria, di mana terdapat criteria-kriteia dan bobot-bobot tertentu.
5. Matrix Diagram
Konsepnya sama dengan QFD (Quality Function Development).
6. Process Decision Program Chart
Digunakan untuk melihat kontingensi atau permasalahan yang ada.
7. Activity Network Diagram
Hampir sama dengan PERT (Program Evaluation and Review technique), dan menggunakan activity diagram.
7 alat pengendalian mutu terbagi menjadi dua macam, yaitu 7 alat pengendalian yang lama dan yang baru.
7 alat pengendalian mutu yang lama (old seven tools of quality) atau lebih dikenal dengan Ishikawa’s basic seven tools of quality terdiri dari :
1. Flowcharts
2. Check Sheets
3. Histogram
4. Scatter Diagram atau Scatter Plot
5. Control Chart
6. Cause and Effect (Ishikawa) Diagrams
7. Pareto Charts
7 alat pengendalian mutu yang baru:
1. The Affinity Diagram
2. The Interrelationship Digraph
3. Tree Diagrams
4. Prioritization Grid
5. Matrix Diagram
6. Process Decision Program Chart
7. Activity Network Diagram
FUNGSI DARI 7 METODE PENGENDALIAN MUTU
• Dengan menggunakan gambar/ diagram statistik yang sederhana dan mudah dipahami bermanfaat untuk membantu membuat pengembalian keputusan yang objektif bagi aktifitas perbaikan mutu..
• Mentransformasikan data mentah dengan alat yang dapat memberikan informasi yang bermanfaat.
• Memberikan metode analisa yang sistematis.
• Mmeberikan kemampuan dalam hal menyelesaikan masalah
• Membantu kegiatan perbaikan di lapangan dan membuat keputusan.
ALAT PENGENDALIAN MUTU YANG LAMA
1. Flowcharts
Flowcharts digunakan untuk menganalisis suatu proses. Melalui flowcharts, kita dapat mengidentifikasi apa masalah-masalah yang ada, kemudian masalah-masalah tersebut diidentifikasi penyelesaiannya. Berikut contoh gbr flowchart.
2. Check Sheets
Check Sheets digunakan untuk mengumpulkan data, bentuknya dapat berupa apa saja. Check Sheet menjabarkan satu persatu item yang akan dicek secara rutin ataupun random, lalu hasil pengecekan tersebut dicatat dalam bentuk data angka (numerik) atau berupa tanda.
Kegunaan utama dari Check List:
• Untuk manajemen sehari-hari (menghindari kelupaan, mentaati aturan-aturan operasional)
Contoh: equipment check list, check list pekerjaan, 6S check list, check list untuk diagnosa dokter, berbagai macam check list, tabel statistik, check list penilaian, dan lain-lain.
• Pemeriksaan khusus (pemeriksaan untuk permsalahan yang spesifik)
Contoh: accident check list, special case analysis, questioner, dan lain-lain.
• Membuat catatan (mengumpulkan data/angka yang dibutuhkan untuk pencatatan/pendataan)
Contoh: laporan harian produksi, quality check list, laporan barang jadi masuk gudang, laporan catatan pengambilan material, dan lain-lain.
3. Histogram
Analisa distribusi/ penyebaran data/angka dengan cara memilah-milah penyebaran data menjadi beberapa segmen yang berbeda, kemudian frekuensi kejadian pada setiap segmen tersebut digambarkan diagram batangnya.
4. Scatter Diagram atau Scatter Plot
Scatter Diagram digunakan untuk menguji hubungan antar variabel. Scatter Diagram juga merupakan diagram tebar, diamana pada diagram ini memposisikan pasangan data-data dari setiap variabel pada sumbu X-Y, teliti hubungan korelasi yang tampak dari penyebaran titik-titik yang tertera pada grafik.
Tahap-tahap penggunaan Scatter Diagram:
Tahap 1: Kumpulkan Data
Kumpulkan sedikitnya 30 data variabel, sebaiknya ada 50 grup data, paling baik jika bisa mendapatkan 100 grup data.
Tahap 2: Pastikan sumbu koordinat
Dengan sumbu horizontal mewakili penyebab, sumbu vertical mewakili hasil. Pastikan nilai tertinggi dan nilai terendah variabel dengan interval nilai pada sumbu koordinat X dan Y.
Tahap 3: Gambar Scatter Diagram
Pasangan data yang sudah terkumpul digambarkan posisinya dalam sumbu koordinat dan catat semua hal yang terkait.
Tahap 4: Analisa Scatter Diagram
Menentukan hubungan korelasi dengan koefisien korelasi dari Scatter diagram tersebut.
5. Control Charts
Suatu cara yang digunakan untuk menggambarkan grafik data yang diperoleh dari nilai/angka yang diambil secara random, kemudian berdasarkan prinsip-prinsip statistik dilakukan analisa terhadap data-data tersebut untuk mengetahui kemampuan proses produksi dan untuk mengetahui apakah muncul keadaan abnormal pada proses produksi atau tidak.
Penyebab masalah: Penyebab umum pada kualitas dan penyebab khusus
Penyebab umum: sejumlah penyebab alami pada proses menyebabkan perubahan kualitas kecil pada produk (perubahan yang kecil, sulit untuk diukur, juga sulit dihilangkan).
Penyebab khusus: disebabkan bukan dari penyebab alami pada proses yang mengakibatkan peruabahn kualitas (perubahan kualitas besar, mudah dikenali, harus segera dihilangkan).
Control Chart
adalah suatu alat yang digunakan untuk membedakan penyebab khusus dengan penyebab umum secara ilmiah, untuk dapat menemukan terjadinya masalah abnormal pada proses.
6. Causse and Effect (Ishikawa) Diagram
Diagram ini digunakan untuk mencari akar permasalahan, juga berguna untuk menentukan faktor-faktor yang berakibat pada suatu karakteristik kualitas.Dengan faktor utama: manusia, metode kerja, lingkungan, mesin/alat, serta material/bahan.
Diagram ini mencari semua penyebab yang menimbulkan terjadinya suatu masalah, kemudian ditampilkan secara sistematis (grafis), untuk menunjukkan hubungan antara faktor penyebab dan masalah, hingga dapat ditampilkan dalam bentuk visual:
Tahap-tahap penggunaan cause and effect diagram:
Tahap 1: Pastikan masalah dan scope-nya
Bentuk tim untuk mengadakan analisa cause and effect, yang anggotanya merupakan wakil dari masing-masing deparement terkait, dan sebaiknya terdiri dari 3-6 orang.
Tahap 2: Pastikan faktor penyebab utama
Kombinasikan dengan flowchart dan prinsip diagram untuk menetukan segala kemungkinan faktor penyebab utama. Mencakup 4-8 jenis faktor penyebab, dan dapat dimulai dengan metode 5M1E: Man, Machine, Material, Method, Measure, dan Environment.
Tahap 3: Pastikan faktor penyebab sekunder
Kumpulkan semua pendapat, hindari jangan ada yang terlewatkan, membahas hingga ke detail akar permasalahan. Jabarkan semua faktor yang akan mempengaruhi masalah (Brainstorming), analisa mendalam 5W1H (Why, where, who, when, what, how), pastikan faktor penyebab utama (gunakan leveling method, histogram, pareto chart).
Tahap 4: Gambarkan cause and effect diagram
Gambarkan cause diagram berdasarkan faktor penyebab yang sudah bisa dipastikan. Berikut keterangan mengenai diagram tersebut:
Topik dan faktor penyebab utama di kotak, tanda panah untuk menunjukkan hubungan sebab akibat, faktor penyebab yang ringan dan sedang diposisikan sejajar, faktor penyebab yang terluar harus dilingkari, dan tambahkan catatan item-item yang penting.
7. Pareto Charts
Diagram ini digunakan untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang ada, yang umumnya menjadi prioritas, dipossikan di atas dan diselesaikan terlebih dahulu, karena bila tidak akan timbul masalah-masalah lain.
Menggunakan diagram batang dan grafik akumulasi utnuk menunjukkan faktor penyebab dominasi suatu permasalahan.
Tahap-tahap penggunaan pareto chart:
Tahap 1: kumpulkan data, hitung persentase dari setiap faktor penyebab
Kumpulkan data yang terkait, kemudian hitung persentase pengaruh dari setiap faktor penyebab tersebut.
Tahap 2: urutkan dan hitung persentase kumulatif
Urut dan hitung kumulasi persentase masing-masing faktor berdasarkan besarnya anka/nilai persentasenya.
Tahap 3: gambar diagram batang dan grafik akumulasinya
Gambar diagram batang untuk setiap faktor penyebab dan tambahan garis grafik akumulasi untuk persentasenya.
Tahap 4: tangkap key pointnya
Cari beberapa faktor yang terbesar yang aakumulasinya mencapai 80% dari total faktor penyebab.
7 ALAT PENGENDALI MUTU YANG BARU
1. The Affinity Diagram
Karyawan diberikan kesempatan untuk menuangkan idenya. Setiap karyawan (1 orang karyawan 1 buah kertas, sehingga jumlah karyawan pun dapat dihitung dengan mudah) diberi kertas kecil-kecil (brain storming), kemudian diminta untuk menuliskan ide-idenya. Kemudian kertas yang berisikan ide-ide tersebut dikelompokkan menurut jenisnya. Biasanya hal ini diterapkan di Jepang.
2. The Interrelationship Diagraph
Menunjukkan hubungan antar masalah.
3. Tree Diagrams
Digunakan untuk mengidentifikasi bila kita ingin membuat produk baru atau mengidentifikasi suatu masalah.
4. Prioritization Grid
Digunakan untuk membuat keputusan berdasarkan multiple criteria, di mana terdapat criteria-kriteia dan bobot-bobot tertentu.
5. Matrix Diagram
Konsepnya sama dengan QFD (Quality Function Development).
6. Process Decision Program Chart
Digunakan untuk melihat kontingensi atau permasalahan yang ada.
7. Activity Network Diagram
Hampir sama dengan PERT (Program Evaluation and Review technique), dan menggunakan activity diagram.
Servqual landasan teori pemasaran jasa
A.Model Servqual
Dalam model servqual, kualitas jasa dapat didefinisikan sebagai “Penilaian atau sikap global berkenaan dengan superioritas suatu jasa”. Definisi ini didasarkan pada tiga landasan konseptual utama, yakni:
1.Kualitas jasa lebih sukar dievaluasi konsumen daripada kualitas barang
2.Persepsi terhadap kualitas jasa merupakan hasil dari perbandingan antara harapan pelanggan dengan kinerja aktual jasa
3.Evaluasi kualitas tidak hanya dilakukan atas hasil jasa, namun juga mencakup evaluasi terhadap proses penyampaian jasa
Model servqual meliputi analisis terhadap lima gap yang berpengaruh terhadap kualitas jasa. Gap pertama adalah kesenjangan antara harapan konsumen dan persepsi manajemen terhadap harapan pelanggan secara akurat, gap kedua berupa perbedaan antara persepsi manajemen terhadap haeapan konsumen dan kualitas jasa, gap ketiga berupa perbedaan antara spesifikasi kualitas jasa dan penyampaian jasa, gap keempat berupa perbedaan antara penyampaian jasa dan komunikasi eksternal, dan gap kelima adalah kesenjangan antara jasa yang dipersepsikan dan jasa yang diharapkan.
Model servqual dibangun berdasarkan pada asumsi bahwa konsumen membandingkan kinerja atribut jasa dengan standar ideal/sempurna untuk masing-masing atribut tersebut. Bila kinerja atribut melampaui standar, maka persepsi atas kualitas jasa keseluruhan akan meningkat dan sebaliknya. Dengan kata lain, model ini menganalisis gap antara dua variabel pokok, yakni jasa yang diharapkan dan jasa yang dipersepsikan/dirasakan.
Jasa yang diharapkan
Terdapat 10 faktor yang mempengaruhi harapan pelanggan terhadap suatu jasa, yaitu:
1.Enduring service intensifier, harapan yang disebabkan oleh orang lain dan filosofi pribadi seseorang mengenai suatu jasa
2.Kebutuhan pribadi
3.Transitory service intensifier, terdiri atas situasi darurat yang membutuhkan jasa tertentu
4.Persepsi pelanggan terhadap tingkat layanan perusahaan lain
5.Self-perceived role, yaitu persepsi pelanggan terhadap tingkat keterlibatannya dalam proses penyampaian jasa
6.Faktor situasional yang berada diluar kendali penyedia jasa
7.Janji layanan eksplisit (iklan, perjanjian)
8.Janji layanan implisit (harga dan sarana pendukung jasa)
9.Word-of-mouth
10.Pengalaman masa lampau
Factors that influence customers expectation of service
•Source of desired service expectation
Dua faktor terbesar yang mempengaruhi desired service yaitu personal needs dan enduring service intensifiers. Personal needs yaitu kebutuhan penting dari konsumen baik fisik maupun psikis yang perlu adanya pemenuhan kebutuhan tersebut. Personal needs tersebut dapat dibagi menjadi banyak kategori yang beberapa dari kategori tersebut adalah fisik, sosial, psikologis, dan fungsional. Faktor yang kedua yaitu enduring service intensifiers, merupakan faktor yang menyebabkan konsumen semakin peka terhadap suatu jasa. Service intensifier ini dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu Desired service expectation dan personal service philosophy.
•Source of Adequate service expectations
Ada lima faktor yang mempengaruhi adequate service :
-Transitory service intensifiers
Hanya untuk sementara, jangka waktu pendek, faktor individu membuat konsumen lebih berhati-hati terhadap kebutuhan dan jasa. Situasi mendesak dimana jasa benar-benar dibutuhkan akan meningkatkan ekspektasi dari adequate service.
-Persived service alternative
Yaitu alternative penyediaan jasa yang lain dimana konsumen dapat memperoleh jasa. Jika konsumen memiliki pilihan yang banyak terhadap service provider maka level dari adequate service mereka lebih tinggi daripada konsumen yang percaya bahwa tidak akan mendapatkan service yang lebih baik dari provider yang lain.
-Customer self-perceived service role
Persepsi dari konsumen terhadap jasa yang mereka terima.
-Situsional faktors
Kondisi kerja jasa yang konsumennya dibawah kontrol dari service provider.
-Predicted service
Tingkatan dari jasa dimana konsumen percaya untuk memperoleh jasa yang diinginkan. Tipe ekspektasi jasa semacam ini dapat dilihat sebagai prediksi dari konsumen terhadap apa yang akan terjadi selama masa transaksi. Jika konsumen memprediksi jasa yang bagus maka level dari adequate service akan lebih tinggi dari pada yang memprediksikan jasa yang buruk.
Persepsi pelanggan terhadap jasa atau layanan
Dua dimensi mengenai perceived quality
•Konteks produk
Konteks produk disini meliputi antara lain kinerja yang berkaitan erat dengan kegiatan utama usaha.
•Konteks layanan
Konteks layanan disini meliputi :
i.Fasilitas fisik, perlengkpan dan penampilan karyawan yang berkualitas (tangible).
ii.Berkaitan dengan kinerja karyawan yang lebih akurat (realibility).
iii.Perlunya pengetahuan dan keahlian untuk mengerjakan tugas dengan benar selain itu karyawan harus mempunyai rasa percaya diri dan jujur (competence).
iv.Kemauan karyawan untuk membantu para pelanggan dan melayani mereka dengan cepat (responsiveness).
v.Memperhatikan para pelanggan secara individu (empaty).
Mendeskripsikan persepsi pelanggan
i.Bagaimana pelanggan merasakan layanan yang telah diterimanya, bagaimana pelanggan menilai ketika kualitas layanan yang dialami dan dirasakan itu puas.
ii.Persepsi yang ada dibenak pelanggan selalu mempertimbangkan secara relatif akan harapannya. Mengapa terjadi demikian : karena terdapatnya dinamika, penilaian selalu bergeser setiap saat dari satu orang ke orang lain atau dari satu budaya ke budaya lain. Oleh karena itu pertimbangan kualitas layanan atau jasa yang memuaskan pelanggan saat ini bisa berbeda untuk hari esok.
iii. Istilah jasa atau layanan yang dirasakan pelanggan adalah kualitas layanan jasa itu sendiri dan bagaimana kepuasan yang dirasakan karena pengalaman secara meneyeluruh. Perusahaan saat ini harus dapat berkompetensi dengan efektif bilamana mampu membedakan kualitas jasa atau layanan dan perbaikan kepuasan pelanggan.
Perceived Quality Menciptakan Nilai terhadap produk atau jasa dalam lima cara :
i.Alasan untuk membeli
Perceived quality terjalin erat dengan keputusan untuk melakukan pembelian. Ini dapat menyebabkan elemen program pemasaran lebih efektif jika Perceived Quality tinggi, tugas bagian promosi lebih efektif.
ii.Posisi
Sebuah nama merek pasti memliki nama tertentu, Apakah kelas ekonomi, lux, atau super lux. Semua ini akan berpengaruh terhadap nilai yang diharapkan oleh konsumen.
iii.Harga mahal
Suatu nama merek yang dipersepsikan memiliki kualitas yang tinggi akan mudah menetapkan harga yang relatif tinggi pula. Dampak bagi sebuah perusahaan, keuntungan akan meningkat .
iv.Minat para pengecer
Perceived quality sangat berarti bagi pengecer. Citra para pedagang perantara ini sangat dipengaruhi oleh produk atau jasa yang dipasarkan. Pengecer yang menjual produk atau merek global tentu memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan perantara yang memesarkan produk atau jasa bukan merek terkenal.
v.Perluasan Nama
Produk atau jasa dipersepsikan akan lebih mudah untuk melakukan perluasan merek dengan menghadirkan kategori atau produk jasa baru.
Jasa yang diharapkan
Kualitas jasa harus dimulai dari kebutuhan pelanggan dan berakhir pada persepsi pelanggan. Jasa yang sama bisa dinilai secara berlainan oleh konsumen yang berbeda.
Dimensi kualitas jasa
Pengukuran kualitas jasa dalam model servqual didasarkan pada skala multi item yang dirancang untuk mengukur harapan dan persepsi pelanggan, serta gap di antara keduanya dalam dimensi-dimensi utama kualitas jasa. Terdapat lima dimensi utama yaitu:
1.Reliabilitas (reliability), yakni kemampuan memberikan layanan yang dijanjikan dengan segera, akurat dan memuaskan
2.Daya tanggap (responsiveness), yaitu keinginan para staf untuk membantu para pelanggan dan memberikan layanan dengan tanggap
3.Jaminan (assurance), mencakup pengetahuan, kompetensi, kesopanan, dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki para staf; bebas dari bahaya, resiko dan keragu-raguan
4.Empati (empathy), meliputi kemudahan dalam menjalin relasi, komunikas yang baik, perhatian pribadi, dan pemahaman atas kebutuhan individual para pelanggan
5.Bukti fisik (tangibles), meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi
B.Customer Expectation of Service
Expected service : two level of expectation
Konsumen memiliki tingkatan level ekspektasi yang berbeda terhadap service yang di terimanya. Ekspektasi mencerminkan harapan dan keinginan konsumen. Apabila harapan dan keinginan tersebut tidak terpenuhi maka konsumen tidak akan membeli jasa tersebut. Tingkatan pertama yaitu desired service dimana merupakan harapan dan keinginan konsumen terhadap suatu jasa. Tingkatan yang lebih rendah yaitu adequate service yaitu tingkatan jasa yang akan diterima oleh konsumen. Jarak antara jasa yang diharapkan dan diinginkan oleh konsumen jasa yang akan diterima oleh konsumen dengan zone of tolerance.
C.Pengukuran Gap 5
Penilaian kualitas jasa menggunakan model servqual mencakup perhitungan perbedaan di antara nilai yang diberikan para pelanggan untuk setiap pasang pernyataan berkaitan dengan harapan dan persepsi. Skor servqual untuk setiap pasang pernyataan, bagi masing-masing pelanggan dapat dihitung berdasarkan rumus berikut:
Pada prinsipnya, data yang diperoleh melalui instrument servqual dapat dipergunakan untuk menghitung skor gap kualitas jasa pada berbagai level secara rinci seperti dibawah ini.
•Item-by-item analysis, misalnya P1 - H1, P2 - H2, dan seterusnya
•Dimension-by-dimension analysis, contohnya, (P1 + P2 + P3 + P4/4) – (H1 + H2 + H3 + H4/4), dimana P1 sampai P4 dan H1 sampai H4 mencerminkan empat pernyataan persepsi dan harapan berkaitan dengan dimensi tertentu
•Perhitungan ukuran tunggal kualitas jasa atau gap servqual, yaitu (P1 + P2 +P3 + … + P22/22) – (H1+ H2 + H3 + … + H22/22)
Dalam model servqual, kualitas jasa dapat didefinisikan sebagai “Penilaian atau sikap global berkenaan dengan superioritas suatu jasa”. Definisi ini didasarkan pada tiga landasan konseptual utama, yakni:
1.Kualitas jasa lebih sukar dievaluasi konsumen daripada kualitas barang
2.Persepsi terhadap kualitas jasa merupakan hasil dari perbandingan antara harapan pelanggan dengan kinerja aktual jasa
3.Evaluasi kualitas tidak hanya dilakukan atas hasil jasa, namun juga mencakup evaluasi terhadap proses penyampaian jasa
Model servqual meliputi analisis terhadap lima gap yang berpengaruh terhadap kualitas jasa. Gap pertama adalah kesenjangan antara harapan konsumen dan persepsi manajemen terhadap harapan pelanggan secara akurat, gap kedua berupa perbedaan antara persepsi manajemen terhadap haeapan konsumen dan kualitas jasa, gap ketiga berupa perbedaan antara spesifikasi kualitas jasa dan penyampaian jasa, gap keempat berupa perbedaan antara penyampaian jasa dan komunikasi eksternal, dan gap kelima adalah kesenjangan antara jasa yang dipersepsikan dan jasa yang diharapkan.
Model servqual dibangun berdasarkan pada asumsi bahwa konsumen membandingkan kinerja atribut jasa dengan standar ideal/sempurna untuk masing-masing atribut tersebut. Bila kinerja atribut melampaui standar, maka persepsi atas kualitas jasa keseluruhan akan meningkat dan sebaliknya. Dengan kata lain, model ini menganalisis gap antara dua variabel pokok, yakni jasa yang diharapkan dan jasa yang dipersepsikan/dirasakan.
Jasa yang diharapkan
Terdapat 10 faktor yang mempengaruhi harapan pelanggan terhadap suatu jasa, yaitu:
1.Enduring service intensifier, harapan yang disebabkan oleh orang lain dan filosofi pribadi seseorang mengenai suatu jasa
2.Kebutuhan pribadi
3.Transitory service intensifier, terdiri atas situasi darurat yang membutuhkan jasa tertentu
4.Persepsi pelanggan terhadap tingkat layanan perusahaan lain
5.Self-perceived role, yaitu persepsi pelanggan terhadap tingkat keterlibatannya dalam proses penyampaian jasa
6.Faktor situasional yang berada diluar kendali penyedia jasa
7.Janji layanan eksplisit (iklan, perjanjian)
8.Janji layanan implisit (harga dan sarana pendukung jasa)
9.Word-of-mouth
10.Pengalaman masa lampau
Factors that influence customers expectation of service
•Source of desired service expectation
Dua faktor terbesar yang mempengaruhi desired service yaitu personal needs dan enduring service intensifiers. Personal needs yaitu kebutuhan penting dari konsumen baik fisik maupun psikis yang perlu adanya pemenuhan kebutuhan tersebut. Personal needs tersebut dapat dibagi menjadi banyak kategori yang beberapa dari kategori tersebut adalah fisik, sosial, psikologis, dan fungsional. Faktor yang kedua yaitu enduring service intensifiers, merupakan faktor yang menyebabkan konsumen semakin peka terhadap suatu jasa. Service intensifier ini dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu Desired service expectation dan personal service philosophy.
•Source of Adequate service expectations
Ada lima faktor yang mempengaruhi adequate service :
-Transitory service intensifiers
Hanya untuk sementara, jangka waktu pendek, faktor individu membuat konsumen lebih berhati-hati terhadap kebutuhan dan jasa. Situasi mendesak dimana jasa benar-benar dibutuhkan akan meningkatkan ekspektasi dari adequate service.
-Persived service alternative
Yaitu alternative penyediaan jasa yang lain dimana konsumen dapat memperoleh jasa. Jika konsumen memiliki pilihan yang banyak terhadap service provider maka level dari adequate service mereka lebih tinggi daripada konsumen yang percaya bahwa tidak akan mendapatkan service yang lebih baik dari provider yang lain.
-Customer self-perceived service role
Persepsi dari konsumen terhadap jasa yang mereka terima.
-Situsional faktors
Kondisi kerja jasa yang konsumennya dibawah kontrol dari service provider.
-Predicted service
Tingkatan dari jasa dimana konsumen percaya untuk memperoleh jasa yang diinginkan. Tipe ekspektasi jasa semacam ini dapat dilihat sebagai prediksi dari konsumen terhadap apa yang akan terjadi selama masa transaksi. Jika konsumen memprediksi jasa yang bagus maka level dari adequate service akan lebih tinggi dari pada yang memprediksikan jasa yang buruk.
Persepsi pelanggan terhadap jasa atau layanan
Dua dimensi mengenai perceived quality
•Konteks produk
Konteks produk disini meliputi antara lain kinerja yang berkaitan erat dengan kegiatan utama usaha.
•Konteks layanan
Konteks layanan disini meliputi :
i.Fasilitas fisik, perlengkpan dan penampilan karyawan yang berkualitas (tangible).
ii.Berkaitan dengan kinerja karyawan yang lebih akurat (realibility).
iii.Perlunya pengetahuan dan keahlian untuk mengerjakan tugas dengan benar selain itu karyawan harus mempunyai rasa percaya diri dan jujur (competence).
iv.Kemauan karyawan untuk membantu para pelanggan dan melayani mereka dengan cepat (responsiveness).
v.Memperhatikan para pelanggan secara individu (empaty).
Mendeskripsikan persepsi pelanggan
i.Bagaimana pelanggan merasakan layanan yang telah diterimanya, bagaimana pelanggan menilai ketika kualitas layanan yang dialami dan dirasakan itu puas.
ii.Persepsi yang ada dibenak pelanggan selalu mempertimbangkan secara relatif akan harapannya. Mengapa terjadi demikian : karena terdapatnya dinamika, penilaian selalu bergeser setiap saat dari satu orang ke orang lain atau dari satu budaya ke budaya lain. Oleh karena itu pertimbangan kualitas layanan atau jasa yang memuaskan pelanggan saat ini bisa berbeda untuk hari esok.
iii. Istilah jasa atau layanan yang dirasakan pelanggan adalah kualitas layanan jasa itu sendiri dan bagaimana kepuasan yang dirasakan karena pengalaman secara meneyeluruh. Perusahaan saat ini harus dapat berkompetensi dengan efektif bilamana mampu membedakan kualitas jasa atau layanan dan perbaikan kepuasan pelanggan.
Perceived Quality Menciptakan Nilai terhadap produk atau jasa dalam lima cara :
i.Alasan untuk membeli
Perceived quality terjalin erat dengan keputusan untuk melakukan pembelian. Ini dapat menyebabkan elemen program pemasaran lebih efektif jika Perceived Quality tinggi, tugas bagian promosi lebih efektif.
ii.Posisi
Sebuah nama merek pasti memliki nama tertentu, Apakah kelas ekonomi, lux, atau super lux. Semua ini akan berpengaruh terhadap nilai yang diharapkan oleh konsumen.
iii.Harga mahal
Suatu nama merek yang dipersepsikan memiliki kualitas yang tinggi akan mudah menetapkan harga yang relatif tinggi pula. Dampak bagi sebuah perusahaan, keuntungan akan meningkat .
iv.Minat para pengecer
Perceived quality sangat berarti bagi pengecer. Citra para pedagang perantara ini sangat dipengaruhi oleh produk atau jasa yang dipasarkan. Pengecer yang menjual produk atau merek global tentu memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan perantara yang memesarkan produk atau jasa bukan merek terkenal.
v.Perluasan Nama
Produk atau jasa dipersepsikan akan lebih mudah untuk melakukan perluasan merek dengan menghadirkan kategori atau produk jasa baru.
Jasa yang diharapkan
Kualitas jasa harus dimulai dari kebutuhan pelanggan dan berakhir pada persepsi pelanggan. Jasa yang sama bisa dinilai secara berlainan oleh konsumen yang berbeda.
Dimensi kualitas jasa
Pengukuran kualitas jasa dalam model servqual didasarkan pada skala multi item yang dirancang untuk mengukur harapan dan persepsi pelanggan, serta gap di antara keduanya dalam dimensi-dimensi utama kualitas jasa. Terdapat lima dimensi utama yaitu:
1.Reliabilitas (reliability), yakni kemampuan memberikan layanan yang dijanjikan dengan segera, akurat dan memuaskan
2.Daya tanggap (responsiveness), yaitu keinginan para staf untuk membantu para pelanggan dan memberikan layanan dengan tanggap
3.Jaminan (assurance), mencakup pengetahuan, kompetensi, kesopanan, dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki para staf; bebas dari bahaya, resiko dan keragu-raguan
4.Empati (empathy), meliputi kemudahan dalam menjalin relasi, komunikas yang baik, perhatian pribadi, dan pemahaman atas kebutuhan individual para pelanggan
5.Bukti fisik (tangibles), meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi
B.Customer Expectation of Service
Expected service : two level of expectation
Konsumen memiliki tingkatan level ekspektasi yang berbeda terhadap service yang di terimanya. Ekspektasi mencerminkan harapan dan keinginan konsumen. Apabila harapan dan keinginan tersebut tidak terpenuhi maka konsumen tidak akan membeli jasa tersebut. Tingkatan pertama yaitu desired service dimana merupakan harapan dan keinginan konsumen terhadap suatu jasa. Tingkatan yang lebih rendah yaitu adequate service yaitu tingkatan jasa yang akan diterima oleh konsumen. Jarak antara jasa yang diharapkan dan diinginkan oleh konsumen jasa yang akan diterima oleh konsumen dengan zone of tolerance.
C.Pengukuran Gap 5
Penilaian kualitas jasa menggunakan model servqual mencakup perhitungan perbedaan di antara nilai yang diberikan para pelanggan untuk setiap pasang pernyataan berkaitan dengan harapan dan persepsi. Skor servqual untuk setiap pasang pernyataan, bagi masing-masing pelanggan dapat dihitung berdasarkan rumus berikut:
Pada prinsipnya, data yang diperoleh melalui instrument servqual dapat dipergunakan untuk menghitung skor gap kualitas jasa pada berbagai level secara rinci seperti dibawah ini.
•Item-by-item analysis, misalnya P1 - H1, P2 - H2, dan seterusnya
•Dimension-by-dimension analysis, contohnya, (P1 + P2 + P3 + P4/4) – (H1 + H2 + H3 + H4/4), dimana P1 sampai P4 dan H1 sampai H4 mencerminkan empat pernyataan persepsi dan harapan berkaitan dengan dimensi tertentu
•Perhitungan ukuran tunggal kualitas jasa atau gap servqual, yaitu (P1 + P2 +P3 + … + P22/22) – (H1+ H2 + H3 + … + H22/22)
Jumat, 08 Mei 2009
Handling Objection & Closing Technique
Handling Objection & Closing Technique
Oleh :Roy Kurniawan, S.T.,M.M.
Handling Objection
Mengatasi penolakan
1.Menghindari penolakan dg mengidentifikasi bentuk penolakan yg akan diungkapkan oleh pelanggan dan mengangkat penolakan tersebut sebelum pelanggan mengatakannya dan menjawab penolakan tersebut sebaik mungkin.
2.Menjual adalah sama seperti orang yg berolah raga membutuhkan stamina fisik dan mental, sbg penjual harus terus berlatih dan siap supaya setiap keberatan dapat dijawab dengan baik
Contoh : Chris John sebagai petinju terus berlatih walau belum ada pertandingan, jg melihat rekaman petinju lawan sehingga bisa mengatasinya
3.Dalam menjawab penolakan, jg harus mampu meyakinkan pembeli ( dg bukti2, demo produk ) sehingga pembeli merasa yakin untuk melakukan pembelian
4.Sikap menghadapi penolakan adalah penting, tetap bersikap sopan
5.Berpikir postif menghadapi penolakan.
Macam2 keberatan :
1. Keberatan yang sebenarnya
Harus ditanggapi sebelum mendapatkan order
2. Alasan
- Tidak ingin membeli tetapi tidak mau memberitahu
- Malu / takut mengatakan sebab tidak mau membeli
3. Penundaan
- Tidak mau membeli, berharap penjual menyerah sehingga tidak perlu menolak
- Perlu waktu untuk mengecek ke supplier atau produk lain, untuk perbandingan harga
- Perlu waktu untuk berdiskusi/konsultasi dg bagian teknisi
Mengapa pembeli keberatan :
1. Tidak membutuhkan produk yg kita tawarkan
2. Tidak mempunyai dana atau kurang dana
3. Bukan pihak yg berwenang memberi keputusan
4. Tidak mengetahui benefit produk
5. Menggangap harga tidak sesuai dg produk yg didapat
6. Tidak suka/percaya kepada penjual
Closing
Mengakhiri suatu proses menjual untuk mendapat kesepakatan membeli dr prospek
- Awal hubungan dg pembeli
- Proses relationship selling
- Memahami & mampu menggunakan pendekatan yg berbeda untuk closing
Tanda2 akan terjadinya closing
Verbal ( tanda dg ucapan )
1. Memberikan umpan balik yg positif
Contoh : sy suka dg produk yg dijelaskan
2. Menanyakan
Contoh : kapan barang sy bisa dikirim
Type apa saja yg tersedia
3. Mencari referensi
Contoh : siapa saja yg sudah memakai produk ini?
4. Berdasarkan kebutuhan pembeli
Contoh : apakah bisa memasang produk yg sy beli?
Non verbal
1. Prospek merasa nyaman saat penjelasan produk
2. Bahasa tubuh positif, mata selalu memperhatikan
3. terlibat dlm demo produk
Trial Close
Untuk mengetahui seberapa dekat dg order dr pembeli
Contoh : - Kapan produk dapat kami kirim?
- Anda ingin yg kapasitas 25000 CMH atau 20000 CMH?
- Kemana harus sy kirim, kantor atau pabrik?

MyNiceSpace.com
7 Metode Closing
1. Assumptive close/
mampu membangun asumsi customer terhadap produk kita/kualitas produk kita
Contoh : - Kalau bapak menginginkan model tsb sy akan memesankan untuk bpk.
- sy dapat mengirim barangnya hari senin,sy akan periksa dahulu jadwal kiriman.
2. Minor (lingkup kecil)
jangan mengarahkan customer ke banyak pilihan,kita kasih beberapa alternative saja,apabila kita sudah tahu akan kebutuhan customer
Contoh : - bpk mau jenis blower hisap atau tiup ?
- kapan bpk mau pemasangan dilakukan ?
3. Alternative choice close
mengetahui keinginan customer terhadap produk yg kita pilihkan dan kita pilihkan alternative barangnya
Contoh : - Bpk mau jenis blade apa?siroco atau backward?
- Barangnya mau dikirim kekantor atau pabrik?
- apakah berikut dg ducting?
4. Direct close
kalau kita sudah kasih alternative dan customer cocok,langsung kita tawarkan buka faktur
Contoh : - Apakah ada hal yg mau bpk tanyakan lagi,bisakah sy membuka faktur pesanan untuk bpk?
5. Summary of benefits close
adalah cara yg relative formal dalam menutup transaksi dengan mengingatkan kembali manfaat2 yg diterima sangat penting dan menanyakan pertanyaan untuk menutup transaksi
Contoh : - Bpk apakah mesin yg kita tawarkan dapat meningkatkan efisiensi produksi bpk dan menghemat biaya,kalau bpk memesan,maka sy akan sgr indenkan ke jkt,dlm minggu ini bisa dikirim,sy jg kirimkan teknisi untuk install unitnya.
6. Balance sheet close
Menunjukkan kepada prospek manfaat2 yg mereka terima jika membeli produk kita. Ditulis disebelah kiri atas. Sedangkan pada kanan atas, ditulis hal2 yg menyebabkan mereka kembali membeli.jangan menulis hal2 negatif pada sisi kanan.
7. Buy Now Close
Memanfaatkan hal2 yg akan terjadi dalam perusahaan agar customer dapat segera membeli
Contoh : - Harga dollar cenderung naik,apabila bpk tidak segera membeli harga akan berubah
- persediaan di gudang tinggal sedikit apabila bpk tidak segera membeli, barang yg bpk inginkan baru datang lg 2 bulan kemudian
- Diskon 10% hanya berlaku sampai bulan ini,apabila bpk membeli setelah lewat bulan ini, maka harga normal kembali
- Barang ini discontinue,dijual harga murah,tinggal sisa sedikit saja.
Kesalahan2 umum pada saat closing
1. Sikap yg buruk
Kurang PD, kurang antusias,tidak jujur
2. Pendekatan kurang efektif
Selling skill kurang , kurang bisa menciptakan win2 solution
3. Lebih banyak bicara daripada mendengarkan
4. Mengunakan satu cara untuk semua prospek
5. Tidak tahu apa yg harus dilakukan setelah closing
Pengiriman, waktu, dukungan
Oleh :Roy Kurniawan, S.T.,M.M.
Handling Objection
Mengatasi penolakan
1.Menghindari penolakan dg mengidentifikasi bentuk penolakan yg akan diungkapkan oleh pelanggan dan mengangkat penolakan tersebut sebelum pelanggan mengatakannya dan menjawab penolakan tersebut sebaik mungkin.
2.Menjual adalah sama seperti orang yg berolah raga membutuhkan stamina fisik dan mental, sbg penjual harus terus berlatih dan siap supaya setiap keberatan dapat dijawab dengan baik
Contoh : Chris John sebagai petinju terus berlatih walau belum ada pertandingan, jg melihat rekaman petinju lawan sehingga bisa mengatasinya
3.Dalam menjawab penolakan, jg harus mampu meyakinkan pembeli ( dg bukti2, demo produk ) sehingga pembeli merasa yakin untuk melakukan pembelian
4.Sikap menghadapi penolakan adalah penting, tetap bersikap sopan
5.Berpikir postif menghadapi penolakan.
Macam2 keberatan :
1. Keberatan yang sebenarnya
Harus ditanggapi sebelum mendapatkan order
2. Alasan
- Tidak ingin membeli tetapi tidak mau memberitahu
- Malu / takut mengatakan sebab tidak mau membeli
3. Penundaan
- Tidak mau membeli, berharap penjual menyerah sehingga tidak perlu menolak
- Perlu waktu untuk mengecek ke supplier atau produk lain, untuk perbandingan harga
- Perlu waktu untuk berdiskusi/konsultasi dg bagian teknisi
Mengapa pembeli keberatan :
1. Tidak membutuhkan produk yg kita tawarkan
2. Tidak mempunyai dana atau kurang dana
3. Bukan pihak yg berwenang memberi keputusan
4. Tidak mengetahui benefit produk
5. Menggangap harga tidak sesuai dg produk yg didapat
6. Tidak suka/percaya kepada penjual
Closing
Mengakhiri suatu proses menjual untuk mendapat kesepakatan membeli dr prospek
- Awal hubungan dg pembeli
- Proses relationship selling
- Memahami & mampu menggunakan pendekatan yg berbeda untuk closing
Tanda2 akan terjadinya closing
Verbal ( tanda dg ucapan )
1. Memberikan umpan balik yg positif
Contoh : sy suka dg produk yg dijelaskan
2. Menanyakan
Contoh : kapan barang sy bisa dikirim
Type apa saja yg tersedia
3. Mencari referensi
Contoh : siapa saja yg sudah memakai produk ini?
4. Berdasarkan kebutuhan pembeli
Contoh : apakah bisa memasang produk yg sy beli?
Non verbal
1. Prospek merasa nyaman saat penjelasan produk
2. Bahasa tubuh positif, mata selalu memperhatikan
3. terlibat dlm demo produk
Trial Close
Untuk mengetahui seberapa dekat dg order dr pembeli
Contoh : - Kapan produk dapat kami kirim?
- Anda ingin yg kapasitas 25000 CMH atau 20000 CMH?
- Kemana harus sy kirim, kantor atau pabrik?
MyNiceSpace.com
7 Metode Closing
1. Assumptive close/
mampu membangun asumsi customer terhadap produk kita/kualitas produk kita
Contoh : - Kalau bapak menginginkan model tsb sy akan memesankan untuk bpk.
- sy dapat mengirim barangnya hari senin,sy akan periksa dahulu jadwal kiriman.
2. Minor (lingkup kecil)
jangan mengarahkan customer ke banyak pilihan,kita kasih beberapa alternative saja,apabila kita sudah tahu akan kebutuhan customer
Contoh : - bpk mau jenis blower hisap atau tiup ?
- kapan bpk mau pemasangan dilakukan ?
3. Alternative choice close
mengetahui keinginan customer terhadap produk yg kita pilihkan dan kita pilihkan alternative barangnya
Contoh : - Bpk mau jenis blade apa?siroco atau backward?
- Barangnya mau dikirim kekantor atau pabrik?
- apakah berikut dg ducting?
4. Direct close
kalau kita sudah kasih alternative dan customer cocok,langsung kita tawarkan buka faktur
Contoh : - Apakah ada hal yg mau bpk tanyakan lagi,bisakah sy membuka faktur pesanan untuk bpk?
5. Summary of benefits close
adalah cara yg relative formal dalam menutup transaksi dengan mengingatkan kembali manfaat2 yg diterima sangat penting dan menanyakan pertanyaan untuk menutup transaksi
Contoh : - Bpk apakah mesin yg kita tawarkan dapat meningkatkan efisiensi produksi bpk dan menghemat biaya,kalau bpk memesan,maka sy akan sgr indenkan ke jkt,dlm minggu ini bisa dikirim,sy jg kirimkan teknisi untuk install unitnya.
6. Balance sheet close
Menunjukkan kepada prospek manfaat2 yg mereka terima jika membeli produk kita. Ditulis disebelah kiri atas. Sedangkan pada kanan atas, ditulis hal2 yg menyebabkan mereka kembali membeli.jangan menulis hal2 negatif pada sisi kanan.
7. Buy Now Close
Memanfaatkan hal2 yg akan terjadi dalam perusahaan agar customer dapat segera membeli
Contoh : - Harga dollar cenderung naik,apabila bpk tidak segera membeli harga akan berubah
- persediaan di gudang tinggal sedikit apabila bpk tidak segera membeli, barang yg bpk inginkan baru datang lg 2 bulan kemudian
- Diskon 10% hanya berlaku sampai bulan ini,apabila bpk membeli setelah lewat bulan ini, maka harga normal kembali
- Barang ini discontinue,dijual harga murah,tinggal sisa sedikit saja.
Kesalahan2 umum pada saat closing
1. Sikap yg buruk
Kurang PD, kurang antusias,tidak jujur
2. Pendekatan kurang efektif
Selling skill kurang , kurang bisa menciptakan win2 solution
3. Lebih banyak bicara daripada mendengarkan
4. Mengunakan satu cara untuk semua prospek
5. Tidak tahu apa yg harus dilakukan setelah closing
Pengiriman, waktu, dukungan
Functional Business System Ge Power
Sistem Fungsional bisnis yaitu:
Berbagai jenis sistem informasi (pemrosesan transaksi, informasi manejemen, pendukung keputusan dan lain-lain) yang mendukung berbagai fungsi bisnis seperti akuntansi keuangan, pemasaran dan manejemen operasi dan manejemen sumber daya manusia.
Ge Power System
Pemimpin global dalam produksi sistem pengendalian pembangkit listrik elektrik.
Sistem pemasaran
Sistem informasi pemasaran memberi teknologi informasi yang mendukung berbagai komponen utama dari fungsi pemasaran.
Pemasaran interaktif
Ditemukan untuk mendeskripsikan proses pemasaran yang berfokus pada pelanggan, yang berdasarkan pada penggunaan internet, intranet, dan ekstranet untuk membuat transaksi dua arah antara perusahaan dengan para pelanggan atau calon pelanggannya.Caranya melalui teknologi internet, termasuk sistem perbincangan dan kelompok diskusi, formulir dan kuesioner Web ,pesan instan dan korespondensi e-mail.
Berbagai jenis sistem informasi (pemrosesan transaksi, informasi manejemen, pendukung keputusan dan lain-lain) yang mendukung berbagai fungsi bisnis seperti akuntansi keuangan, pemasaran dan manejemen operasi dan manejemen sumber daya manusia.
Ge Power System
Pemimpin global dalam produksi sistem pengendalian pembangkit listrik elektrik.
Sistem pemasaran
Sistem informasi pemasaran memberi teknologi informasi yang mendukung berbagai komponen utama dari fungsi pemasaran.
Pemasaran interaktif
Ditemukan untuk mendeskripsikan proses pemasaran yang berfokus pada pelanggan, yang berdasarkan pada penggunaan internet, intranet, dan ekstranet untuk membuat transaksi dua arah antara perusahaan dengan para pelanggan atau calon pelanggannya.Caranya melalui teknologi internet, termasuk sistem perbincangan dan kelompok diskusi, formulir dan kuesioner Web ,pesan instan dan korespondensi e-mail.
Harapan mengenai hasil dari pemasaran interaktif adalah campuran yang kaya dari data penting pemasaran, ide-ide produk baru, penjualan yang banyak dan hubungan pelanggan yang kuat.
Pemasaran yang bersasaran (targeted marketing)
Merupakan konsep manejemen dan iklan yang meliputi lima komponen sasaran:
1.Komunitas: Pesan iklan dan metode promosi Web mereka untuk muncul di depan orang-orang dalam komunitas tertentu.
2.Isi : Papan iklan elektronik yang diletakkan di berbagai situs Web selain Web milik perusahaan sendiri.
3.Konteks : Iklan muncul dalam halaman Web yang relevan dengan isi produk atau jasa.
4.Demografis/fisiografis : Usaha pemasaran melalui Web dapat ditujukan hanya untuk jenis kelompok-kelompok manusia.
5.Perilaku Online : Usaha iklan dan promosi dapat dibentuk setiap adanya kunjungan ke suatu situs oleh manusia. Hal ini memudahkan perusahaan untuk menelusuri perilaku online di Web agar usaha-usaha pemasaran dapat ditujukan ke orang tersebut setiap kali berkunjung ke situs Web mereka.
Pemasaran yang bersasaran (targeted marketing)
Merupakan konsep manejemen dan iklan yang meliputi lima komponen sasaran:
1.Komunitas: Pesan iklan dan metode promosi Web mereka untuk muncul di depan orang-orang dalam komunitas tertentu.
2.Isi : Papan iklan elektronik yang diletakkan di berbagai situs Web selain Web milik perusahaan sendiri.
3.Konteks : Iklan muncul dalam halaman Web yang relevan dengan isi produk atau jasa.
4.Demografis/fisiografis : Usaha pemasaran melalui Web dapat ditujukan hanya untuk jenis kelompok-kelompok manusia.
5.Perilaku Online : Usaha iklan dan promosi dapat dibentuk setiap adanya kunjungan ke suatu situs oleh manusia. Hal ini memudahkan perusahaan untuk menelusuri perilaku online di Web agar usaha-usaha pemasaran dapat ditujukan ke orang tersebut setiap kali berkunjung ke situs Web mereka.
Alat penting dalam mengembangkan strategi iklan dan promosi untuk memperkuat usaha e-commerce perusahaan ,serta lokasi bisnis tradisional perusahaan.
Sistem produksi
Sistem informasi produksi mendukung fungsi produksi/operasi yang meliputi semua aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan dan pengendalian proses menghasilkan barang atau jasa. Biasanya digunakan untuk manejemen operasi dan pemrosesan transaksi pendukung semua perusahaan yang harus merencanakan ,memonitor dan mengendalikan persediaan, pembelian , serta arus barang dan jasa.Contoh perusahaan yang menggunakan sistem informasi produksi / operasi adalah perusahaan transportasi, grosir, peritel, lembaga keungan dan perusahaan jasa.
CIM – Computer Integrated Manufacturing (Manufaktur terintegrasi dengan komputer)
Sistem produksi
Sistem informasi produksi mendukung fungsi produksi/operasi yang meliputi semua aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan dan pengendalian proses menghasilkan barang atau jasa. Biasanya digunakan untuk manejemen operasi dan pemrosesan transaksi pendukung semua perusahaan yang harus merencanakan ,memonitor dan mengendalikan persediaan, pembelian , serta arus barang dan jasa.Contoh perusahaan yang menggunakan sistem informasi produksi / operasi adalah perusahaan transportasi, grosir, peritel, lembaga keungan dan perusahaan jasa.
CIM – Computer Integrated Manufacturing (Manufaktur terintegrasi dengan komputer)
Berbagai sistem informasi produksi,banyak dijalankan melalui Web ,digunakan untuk mendukung manufaktur terintegrasi dengan komputer. CIM adalah konsep umum yang menekankan bahwa tujuan dari sistem berbasis komputer dalam produksi harus untuk:
1.Menyederhanakan (merekayasa ulang) proses produksi,desain produk,dan organisasi pabrik sebagai dasar yang penting untuk otomatisasi serta integrasi.
2.Pengotomatisan proses produksi dan berbagai fungsi bisnis yang mendukung mereka melalui komputer, mesin, dan robot.
3.Perintegrasian semua proses produksi dan pendukung dengan menggunakan jaringan komputer, software lintas fungsi bisnis, serta teknologi informasi lainnya.
1.Menyederhanakan (merekayasa ulang) proses produksi,desain produk,dan organisasi pabrik sebagai dasar yang penting untuk otomatisasi serta integrasi.
2.Pengotomatisan proses produksi dan berbagai fungsi bisnis yang mendukung mereka melalui komputer, mesin, dan robot.
3.Perintegrasian semua proses produksi dan pendukung dengan menggunakan jaringan komputer, software lintas fungsi bisnis, serta teknologi informasi lainnya.
Tujuan umum CIM dan sistem informasi semacamnya- untuk menciptakan proses produksi yang fleksibel dan lincah ,yang secara efisien menghasilkan berbagai produk berkualitas tinggi (TQM).
Sistem CAE – computer – aided engineering dan CAD – computer – aided design adalah sistem komputer yang banyak digunakan untuk membantu para teknisi mendesain produk yang lebih baik., untuk proses produksi yang lebih baik menggunakan computer – aided process planning.
Untuk membantu merencanakan berbagai jenis bahan baku yang dibutuhkan dalam proses produksi MRP – manufacturing resources planning. (contoh lain ERP).
Sistem CAM – computer – aided manufacturing adalah berbagai sistem yang mengotomatisasi proses produksi. Contoh: MES
MES - manufacturing execution system adalah sistem informasi pemonitor kinerja untuk operasi tempat kerja pabrik.
Pengendalian proses adalah penggunaan computer untuk mengendalaikan fisik yang terus berjalan. Sedangkan pengertian dari pengendalian mesin (Pengendalian numerik / numeric control) adalah penggunaan berbagai komputer untuk mengendalikan proses fisik yang terus berjalan.
Sistem sumber daya manusia
Fungsi HRM – human resources management melibatkan perekrutan , penempatan, evaluasi, kompensasi dan pengembangan karyawan dari sebuah organisasi.
Sistem sumber daya manusia
Fungsi HRM – human resources management melibatkan perekrutan , penempatan, evaluasi, kompensasi dan pengembangan karyawan dari sebuah organisasi.
Tujuan HRM adalah penggunaan human resources yang efektif dan efisien dalam perusahaan.
Sistem sumber daya manusia didesain untuk mendukung hal- hal sebagai berikut:
1. perencanaan untuk memenuhi kebutuhan personel perusahaan
2. mengembangkan potensi karyawan
3. mengendalikan semua kebijakan dan program personel
1. perencanaan untuk memenuhi kebutuhan personel perusahaan
2. mengembangkan potensi karyawan
3. mengendalikan semua kebijakan dan program personel
Awalnya perusahaan menggunakan sistem informasi berbasis komputer untuk 1. menghasilkan cek gaji dan laporan penggajian 2.memelihara catatan karyawan 3. menganalisis penggunaan personel dalam operasi bisnis. Kini fungsi manejemen personel tradisional ini telah mulai ditinggalkan beralih ke sistem informasi sumber daya manusia (HRIS- human resources information system) yang juga mendukung (1) perekrutan, pemilihan ,dan pemberian pekerjaan (2) penempatan kerja (3) penilaian kinerja (4) analisis manfaat karyawan (5) pelatihan dan pengembangan serta,(6) kesehatan, kesalahan dan keamanan.
Human resources information dan Internet – Internet memiliki informasi yang banyak jumlahnya untuk pemberi kerja dan pencari kerja.
Human resources information dan Intranet – Intranet memungkinkan perusahaan untuk memproses berbagai aplikasi human resources information.
Manfaat dari intranet adalah sebagai berikut:
1.memungkinkan departemen SDM untuk memberikan layanan 24 jam ke pelanggan mereka : karyawan.
2.mengumpulkan informasi secara online dari para karyawan lainnya untuk melakukan berbagai tugas SDM dengan sedikit intervensi dari departemen SDM.
3.sebagai alat pelatihan yang superior.
4.untuk menghasilkan lembar gaji karyawan sebagai alternatif online kartu kerja.
Sistem akuntansi
-Sistem informasi akuntansi adalah sistem informasi tertua dan paling banyak digunakan dalam perusahaan. Mereka mencatat dan melaporkan berbagai transaksi bisnis dan kegiatan ekonomi lainnya.
-Sistem akuntansi berbasis komputer mencatat dan melaporkan arus dana melalui pengaturan dan pembuatan laporan keuangan seperti neraca dan laporan laba rugi serta prakiraan laporan keuangan dan anggaran keuangan.
-Sistem akuntansi operasional menekankan pemeliharaan catatan historis dan pembuatan laporan keuangan historis seperti neraca dan laporan laba rugi.
-Sistem akuntasi manejemen sendiri lebih menekankan pada laporan akuntansi biaya ,dan laporan analitis yang membandingkan kinerja yang sesungguhnya diperkirakan.
-Sistem akuntansi online – Hal ini bukan hal yang mengejutkan, sistem akuntansi seperti ini bersifat online dan interaktif membutuhkan bentuk baru dokumen transaksi ,prosedur dan pengendalian. Terutama untuk sistem seperti pemrosesan pesanan ,pengendalian persediaan,piutang dan utang usaha.
Sistem manejemen keuangan
Proses penganggaran modal melibatkan pengevaluasian tingkat laba dan dampak keuangan dari pengeluaran modal yang diusulkan.Proses pengeluran jangka panjang untuk fasilitas dab perlengkapan dapat dianalisis dengan menggunakan berbagai teknik evaluasi atas pengembalian investasi (return on investment - ROI). Aplikasi ini sangat banyak menggunkan model spreadsheet yang menggabungkan analisis nilai sekarang dari perkiraan arus kas serta analisis probabilitas risiko untuk menetapkan bauran maksimum dari berbagai proyek modal untuk perusahaan.
Spreadsheet elektronik dan software perencanaan keuangan merupakan sebagian alat yang digunakan analis keuangan untuk mengevaluasi kinerja saat ini dan memperkirakan suatu bisnis.
Paket software spreadsheet elektronik, software DSS, dan groupware berbasis Web dapat digunakan untuk membengun serta memanipulasi model-model keuangan.
14 Prinsip Toyota Way
1.Ambil keputusan manajerial anda berdasarkan filosofi jangka panjang, meskipun mengorbankan sasaran keuangan jangka pendek
2.Ciptakan proses yang mengalir secara kontinu untuk mengangkat permasalahan ke permukaan
3.Gunakan sistem ”tarik” untuk menghindari produksi berlebih
4.Ratakan beban kerja (Heijunka). (Bekerjalah seperti kura-kura dan tidak seperti kelinci)
5.Bangun budaya berhenti untuk memperbaiki masalah dan untuk memperoleh kualitas yang baik sejak awal
6.Standar kerja merupakan fondasi dari peningkatan berkesinambungan dan pemberdayaan karyawan
7.Gunakan pengendalian visual agar tidak ada masalah tersembunyi
8.Gunakan hanya teknologi handal yang sudah benar-benar teruji untuk membantu orang-orang dan proses anda
9.Kembangkan pemimpin yang benar-benar memahami pekerjaannya, menjiwai filosofi, dan mengajarkannya kepada orang lain
10.Kembangkan orang dan kelompok yang memiliki kemampuan istimewa, yang menganut filosofi perusahaan anda
11.Hormati jaringan mitra dan pemasok anda dengan memberi tantangan dan membantu mereka melakukan peningkatan
12.Pergi dan lihat sendiri untuk memahami situasi sebenaranya(genchi genbutsu)
13.Buat keputusan secara perlahan-lahan melalui konsesus, pertimbangkan semua pilihan dengan seksama, kemudian implementasikan keputusan itu dengan sangat cepat
14.Menjadi suatu organisasi pembelajar melalui refleksi diri tanpa kompromi (bansei) dan peningkatan berkesinambungan (kaizen)
1.Ambil keputusan manajerial anda berdasarkan filosofi jangka panjang, meskipun mengorbankan sasaran keuangan jangka pendek
2.Ciptakan proses yang mengalir secara kontinu untuk mengangkat permasalahan ke permukaan
3.Gunakan sistem ”tarik” untuk menghindari produksi berlebih
4.Ratakan beban kerja (Heijunka). (Bekerjalah seperti kura-kura dan tidak seperti kelinci)
5.Bangun budaya berhenti untuk memperbaiki masalah dan untuk memperoleh kualitas yang baik sejak awal
6.Standar kerja merupakan fondasi dari peningkatan berkesinambungan dan pemberdayaan karyawan
7.Gunakan pengendalian visual agar tidak ada masalah tersembunyi
8.Gunakan hanya teknologi handal yang sudah benar-benar teruji untuk membantu orang-orang dan proses anda
9.Kembangkan pemimpin yang benar-benar memahami pekerjaannya, menjiwai filosofi, dan mengajarkannya kepada orang lain
10.Kembangkan orang dan kelompok yang memiliki kemampuan istimewa, yang menganut filosofi perusahaan anda
11.Hormati jaringan mitra dan pemasok anda dengan memberi tantangan dan membantu mereka melakukan peningkatan
12.Pergi dan lihat sendiri untuk memahami situasi sebenaranya(genchi genbutsu)
13.Buat keputusan secara perlahan-lahan melalui konsesus, pertimbangkan semua pilihan dengan seksama, kemudian implementasikan keputusan itu dengan sangat cepat
14.Menjadi suatu organisasi pembelajar melalui refleksi diri tanpa kompromi (bansei) dan peningkatan berkesinambungan (kaizen)
8 prinsip manejemen mutu ISO 9000:2000
Manajemen mutu berbasis ISO 9000 : 2000 terdiri dari 8 prinsip yaitu : customer focus, leadership, involvement of people, the process approach, a system approach to management, continual improvement, factual approach to decision making, dan mutually beneficial supplier relationship.
1. Customer Focus/ Focus Pelanggan
Pelanggan adalah semua orang yang menuntut perusahaan untuk memenuhi suatu standar kualitas tertentu, dan karena itu akan memberikan pengaruh pada performansi perusahaan tersebut. Pada dasarnya dikenal ada 3 macam pelanggan dalam sistem kualitas modern yaitu :
-Pelanggan internal/ internal customer : merupakan orang-orang yang berada dalam perusahaan dan memiliki pengaruh pada performance perusahaan kita. Contoh pelanggan internal yaitu bagian pembelian, operasional, pemasaran, pembayaran gaji, rekrutmen dan karyawan.
-Pelanggan antara (intermediate customer) : merupakan mereka yang bertindak atau berperan sebagai perantara bukan sebagai pemakai akhir produk tersebut.
-Pelanggan eksternal : merupakan pembeli, pemakai akhir produk itu (end user). Seringkali disebut pelanggan nyata (real customer)
2. Leadership
Pemimpin perusahaan/organisasi harus mampu menciptakan visi, dan mampu mewujudkan visi tersebut menuju kenyataan. Pemimpin harus dapat menarik orang lain untuk mewujudkan visi organisasi. Penerapan prinsip kepemimpinan mengarah pada :
· Penciptaan visi yang jelas untuk masa depan organisasi.
· Penetapan target, tujuan atau sasaran yang menantang.
· Menyediakan sumber daya dan pelatihan bagi pekerjanya
· Kebebasan bertindak dengan tanggungjawab & akuntabilitas.
· Menjadi contoh dalam hal kejujuran, moral dan penciptaan budaya kerja.
· Penciptaan kepercayaan (trust)
3. Involment of People (Keterlibatan Semua Karyawan)
Keterlibatan seluruh karyawan dalam organisasi adalah dasar yang sangat penting dalam prinsip manajemen mutu. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberdayakan dan memberi kesempatan kepada karyawan untuk merencanakan, menerapkan rencana dan mengendalikan rencana pekerjaan yang menjadi tanggungjawab masing-masing. Dengan adanya keterlibatan personel secara menyeluruh, akan dihasilkan rasa memiliki dan tanggung jawab dalam menyelesaikan masalah. Hal ini akan memicu karyawan untuk aktif dalam melihat peluang untuk peningkatan pengetahuan dan pengalaman.
4. Process Approach (Pendekatan Proses)
Proses di dalam sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 didefinisikan sebagai “kumpulan aktivitas yang saling berhubungan / mempengaruhi sehingga dapat merubah input (material, persyaratan, peralatan, instruksi) menjadi output (barang atau jasa)”. Pendekatan proses didefinisikan sebagai “identifikasi yang sistematis dan pengelolaan proses yang digunakan organisasi dan pemahaman hal-hal yang mempengaruhi setiap proses”.
Dalam konteks ISO 9001:2000, pendekatan proses mensyaratkan organisasi untuk melakukan identifikasi, penerapan, pengelolaan dan melakukan peningkatan mutu berkelanjutan (continual quality improvement). Pendekatan secara proses diperlukan saat menyusun dan menerapkan sistem mutu. Hal ini menuntut setiap bagian/fungsi untuk memiliki visi terhadap kepuasan pelanggan .
5. System Approach to Management (manajemen berdasar pendekatan sistem).
Pendekatan sistem pada manajemen didefinisikan sebagai identifikasi pemahaman, dan pengelolaan sistem dari proses yang saling terkait untuk pencapaian dan peningkatan sasaran perusahaan/organisasi dengan efektif dan efisien.
6.Continual Improvement (Peningkatan Berkelanjutan)
Peningkatan berkelanjutan harus dijadikan sasaran dan tujuan tetap organisasi. Pada peningkatan berkelanjutan, sasaran tidak akan ditingkatkan sampai sasaran yang ditetapkan tercapai lebih dulu, hanya setelah sasaran tercapai maka sasaran baru yang lebih meningkat ditetapkan.
7.Factual Approach to Decision Making (Pengambilan Keputusan Berdasar Fakta)
Pengambilan keputusan yang efektif didasarkan pada analisis data dan informasi. Langkah-langkah yang digunakan dalam penerapan prinsip ini adalah :
a. Melakukan pengujian serta pengumpulan data dan informasi yang berhubungan dengan sasaran.
b. Memastikan data dan informasi yang akurat, dapat dipercaya, dan mudah diakses.
c. Menganalisis data dan informasi dengan menggunakan metode yang benar.
d. Memahami penggunaan teknik statistik.
e. Membuat keputusan dan menindaklanjutinya berdasarkan hasil analisis dan pengalaman.
8. Mutually beneficial supplier relationships (Hubungan dengan pemasok yang saling menguntungkan)
Organisasi dan pemasoknya/supplier saling tergantung, dan sudah selayaknya merupakan hubungan yang saling menguntungkan dalam rangka meningkatkan kemampuan keduanya dalam menciptakan nilai. Implementasi dari prinsip ini adalah :
-Mengidentifikasi dan menyeleksi pemasok.
-Melibatkan pemasok dalam mengidentifikasi kebutuhan perusahaan.
-Melibatkan pemasok dalam proses pengembangan strategi perusahaan.
-Memastikan bahwa output dari pemasok sesuai dengan persyaratan organisasi/perusahaan.
-Berkomunikasi dan berbagi informasi dengan pemasok.
Kamis, 07 Mei 2009
DEFINISI FILSAFAT ILMU
DEFINISI FILSAFAT ILMU DEWASA INI
Berbagai definisi philosophy of science dari para filsuf dapat dikutipkan sebagai berikut:
Robert Ackermann – filsafat ilmu adalah sebuah tinjauan kritis dewasa-dewasa ini dengan perbandingan terhadap pendapat-pendapat lampau yang telah dibuktikan atau dalam kerangka-kerangka ukuran yang dikembangkan dari pendapat-pendapat demikian itu,tetapi filsafat ilmu demikian jelas bukan suatu cabang ilmu yang bebas dari praktek ilmiah senyatanya.
Lewis White Beck– filsafat ilmu mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menetapkan nilai dan pentingnya usaha ilmiah sebagai suatu keseluruhan.
A. Cornelius Benjamin – cabang ilmu filsafati yang merupakan telaah sistematis mengenai sifat dasar ilmu.
May Brodbeck – analisis yang netral secara etis dan filsafati,pelukisan dan penjelasan mengenai landasan-landasan ilmu.
Alfred Cyril Ewing– filsafat ilmu biasanya diterapkanpada cabang logika yang membahas dalam suatu cara yang dikhususkan mmetode-metode dari ilmu-ilmu yang berlainan.
Antony Flew –ilmu empiris yang teratur menyajikan hasil yang paling mengesankan dari rasionalitas.
A.R Lacey – Terutama studi tentang bagaimana ilmu bekerja atau seharusnya bekerja.
John Macmurray – Utamanya bersangkutan dengan pemeriksaan kritis terhadap pandangan-pandangan umum,prasangka-prasangka alamiah yang terkandung dalam asumsi-asumsi ilmu-ilmu atau yang berasal keasyikan dari ilmu.
D.W Theobald – ilmu dalam garis besarnya bersangkutan dengan apa yang dapat dianggap sebagai fakta tentang dunia yang kita diami. Filsafat ilmu dipihak lain garis besarnya pula bersangkutan dengan fakta-fakta mengenai fakta- fakta tentang dunia.
Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia.Landasan ilmu itu mencakup:
-Konsep-konsep pangkal
-Anggapan-anggapan dasar
-Asas-asas permulaan
-Struktur-struktur teoritis
-Ukuran-ukuran kebenaran ilmiah
-Konsep-konsep pangkal
-Anggapan-anggapan dasar
-Asas-asas permulaan
-Struktur-struktur teoritis
-Ukuran-ukuran kebenaran ilmiah
MyNiceSpace.com
Filsafat ilmu merupakan suatu bidang pengetahuan suatu bidang pengetahuan campuran yang eksistensi dan pemekarannya bergantung pada hubungan timbal balik dan saling pengaruh antara filsafat dan ilmu. Istilah yang terdapat dalam kepustakaan asing untuk menyebut bidang pengetahuan ini ialah:
-Filsafat ilmu
-Teori ilmu
-Adi-ilmu
-Metodologi
-Ilmu tentang Ilmu
Filsuf Rudolf Carnap memberikan definisi ilmu tentang ilmu adalah analisis dan pelukisan tentang ilmu dari berbagai sudut tinjauan,termasuk logika,metodologi,sosiologi dan sejarah ilmu.
Pembagian bidang pengetahuan ilmiah akan tercapai kejelasannya dan menghindari dari kesimpang siuran,bilamana dibedakan secara tegas pembagian ilmu berdasarkan:
jenis
-memakai isi substantive dari pengetahuan ilmiah sebagai dasarnya.
-orang dapat sertamerta mengetahui secara garis besar sasaran apa saja yang termasuk --dalam masing-masing rumpun atau cabang ilmu yang bersangkutan.
ragam
-menunjukkan suatu ciri tertentu dari segugusan pengetahuan ilmiah. Pada dasarnya pembagian ini tidak memerinci berbagai cabang ilmu.
-Orang tidak dapat seketika memperoleh gambaran tentang apa yang ditelaah ataupun lingkupan masing-masing ragam ilmu yang ditetapkan.
Langganan:
Postingan (Atom)